Wips! (Works in Progress) adalah forum bagi seniman, kurator, manajer, penulis, dan peneliti seni untuk mempresentasikan dan mendiskusikan karya atau proyek seni yang tengah mereka kerjakan. Wips! Bertujuan memperkaya wawasan berkarya, dan membangun perbincangan, yang lebih luas sekaligus intim, di antara publik seni.
Wips! bulan Februari ini menghadirkan Maryanto atau Antok, yang membawa banyak cerita di balik karyanya. Dia juga membawa permasalahan yang belum terselesaikan selama mengerjakan karya-karya untuk pameran tunggalnya pada bulan Juni 2011.
Sebagai seniman dengan latar belakang pendidikan seni grafis, Antok terbiasa dengan teknik etsa. Beberapa tahun belakangan, ia mengembangkan teknik ini di atas kertas film yang sengaja dibakar dan kemudian ia gores menjadi sebuah gambar bercerita. Kini ia mengembangkan teknik etsa atau engraving di atas kanvas. Berbeda dengan melukis atau menggambar yang berarti membuat gambar dengan cara “menambahi”, dengan teknik etsa Antok membuat gambar dengan cara “mengambil” dari sesuatu yang sudah ada.
“Rawalelatu”, karya Antok terdahulu, adalah dunia fiksi yang dibangunnya dari ingatan-ingatan masa kecilnya ketika tinggal di Kebon Nanas, Jakarta—kampung yang akhirnya digusur pada 1990. Dalam “Rawalelatu” ingatan-ingatan itu ia kumpulkan dalam medium buku cerita bergambar (yang merupakan proyek lain di samping pameran bulan Juni nanti). Ingatan-ingatan itu pula yang lalu ia tuangkan ke dalam kanvas. Pada titik ini kemudian muncul persoalan tentang media, yaitu ketika satu gagasan diwujudkan dalam beberapa media yang berbeda.
Wips! Februari 2011 bersama Maryanto Rabu, 9 Februari 2011, 18.00 WIB Indonesia Contemporary Art Network (iCAN) Jln. Suryodingratan No. 39 Yogyakarta



















