Oct 2009
Menyatukan Rupa dan Kata
29 Oct 2009 17:41 Filed in: General
Rest Me in Eternal Bliss (Istirahatkanlah aku dalam kebahagiaan abadi-red). Sepotong kalimat puitis milik John O’ Sullivan itu menghiasi sudut panel ketujuh dari seri lukisan Dream In karya Ida Bagus Indra. Disitu tampak wajah seorang penari perempuan dengan mata terpejam dan senyum di bibir merah menawan seperti menikmati ekstase spritual. Read More...
Deklarasikan Hari Kebudayaan, Para Seniman Akan Kumpul di Bandung
28 Oct 2009 17:43 Filed in: General
Sejumlah seniman bakal mendeklarasikan Hari Kebudayaan Nusantara 7 November mendatang di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung. Pernyataan itu untuk mengingatkan pemerintah tentang masalah budaya Indonesia.”Pendukung di (situs) Facebook sudah ada 3.300 orang,” kata panitia acara Ipong Witono di Bandung, Senin (25/10). Read More...
Wimo Film and Video Festival
27 Oct 2009 01:09 Filed in: Event

Mungkin sebetulnya agak terlambat, ketika Kedai Kebun mengadakan acara Wimo Film and Video Festival sebagai salah satu manifes program do it yourself festival-nya. Pasalnya, Wimo sendiri sebetulnya aktif membuat karya-karya videonya pada tahun 2000-2007. Saat ini Wimo sedang asyik bermain-main kembali ke roots-nya yaitu fotografi. Ketika di tahun 2000-an ia menggunakan medium video pun, itu disebabkan karena situasi dan kondisi yang akan lebih efisien dan ekonomis bagi seorang mahasiswa yang tak kunjung jua lulus di ISI. Fotografi sebagai sebuah hobi maupun profesi memang membutuhkan dana yang lebih besar. Sementara dengan medium video, bermodal handycam dan satu buah kaset mini DV, ia bisa merealisasikan lebih banyak ide yang carut marut di kepalanya. Read More...
Tinggal Menunggu Kolektor
19 Oct 2009 10:42 Filed in: Review
Pada akhirnya media hanyalah pilihan. Dari cat minyak sampai arang, dari kayu sampai baja antikarat, dari fotografi sampai seni rupa video, dari cukil kayu sampai cetak digital, dan seterusnya. Ketika sebuah karya seni rupa cat air tak membuat kita berpikir bahwa karya ini bisa lebih baik dibuat dengan cat minyak, ketika karya seni grafis cetak saring tak mengingatkan sebaiknya karya ini dibuat dengan cukil lino, bisa dibilang seniman tersebut memilih media yang pas buat dirinya. Inilah yang terkesan dari pameran karya para finalis Trienal Seni Grafis Indonesia III di Bentara Budaya Jakarta. Read More...
Agar Kesenian Tidak Terbelenggu
19 Oct 2009 10:37 Filed in: Review
My Body” atau ”tubuhku” dalam perspektif perempuan agak terlalu mudah diterka: dia berada dalam ketegangan, terutama dalam relasi dengan pihak lelaki. Sikap tegang itu sejatinya mengancam menelikung ekspresi. Ya, ya, lalu apa? Apakah kemudian kita melulu mengisi gagasan-gagasan filosofis itu dengan ketegangan relasi dengan lawan jenis? Itulah yang secara sepintas segera terlihat dalam pameran bertajuk ”My Body” yang diselenggarakan oleh Andi's Gallery di Grand Indonesia Shopping Town, tanggal 14-25 Oktober 2009. Kurator pameran Hardiman dan A Anzieb. Pameran diikuti 43 perupa perempuan, dengan berbagai latar belakang maupun rentang umur berbeda. Read More...
Visual artists go on a second odyssey
17 Oct 2009 11:48 Filed in: Review
Seventeen visual artists, plus one guest - all big names in Indonesia's contemporary art scene - are presenting their works in an ongoing exhibition in Yogyakarta. The "Second Odyssey" exhibition at Sri Sasanti Gallery Yogyakarta has a double meaning, marking both the journey of the gallery, which is celebrating its second anniversary, and an effort to challenge participating artists to showcase their second artistic development. Read More...‘Beyond the Dutch’ opens in Utrecht
16 Oct 2009 14:03 Filed in: Review

Lukisan Masriadi Berkibar di ArtSingapore Fair
14 Oct 2009 17:45 Filed in: General
Karya-karya I Nyoman Masriadi menjadi magnet dalam jagad seni lukis –khususnya Asia. Akhir pekan lalu, Balai Lelang Borobudur di Singapura berhasil melepas karya maestro lukis ini dengan nilai tertinggi. Sebuah lukisan Masriadi dengan judul “Book Lover” terjual S$588.000 atau sekitar Rp 3,5 miliar, merupakan nilai tertinggi di antara lukisan yang rata-rata laku S$200.000. Lukisan ini berukuran 1,4 meter kali 1,4 meter. Sementara Lukisan Masriadi lainnya, melalui Balai Lelang Sotheby yang berjudul “The Man from Bantul (The Final Round)”, tahun lalu laku di Hong Kong senilai HK$ 7,8 juta atau sekitar Rp 9,5 miliar. Read More...