New Tembi House Program Aims to Assist Young Artist

For the past eight years, the cultural institution Tembi House of Culture has been active in preserving traditional Javanese art and culture. It also supports Indonesia's contemporary arts as it not only provides exhibition space for traditional artifacts but also for modern art, including paintings and sculptures. Besides exhibiting art, the Tembi House of Culture also focuses on documenting Javanese traditional and contemporary culture and Indonesian modern art (www.tembi.org). Read More...

The Journey: Pameran Tunggal Karya Keramik Ahadiat Joedawinata

ahadiat1
The Journey: Pameran Tunggal Karya Keramik Ahadiat Joedawinata | 29 November 2008 - 5 Januari 2009 | Kendra Gallery | Kurator: Sudjud Dartanto
Pameran ini merupakan pameran tunggal ketiga Ahadiat Joedawinata, perupa yang juga pengajar Ilmu Seni Rupa dan Desain, di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Sebanyak 26 karya keramik akan dipamerkan dalam pameran yang bertajuk "The Journey". Dalam pameran ini dia menampilkan karya-karya dengan kecenderungan karya yang menggunakan tanah stoneware dengan sejumlah eksperimentasi glasir yang menghasilkan berbagai warna dan tekstur. Ciri kuat dari karya-karya Ahadiat adalah pada ketipisan bentuk dan penemuan warna glasirnya yang khas. Read More...

100 x FRANCE: Fotografi Prancis Cikal Bakal Masa Kini

henricartierbresson
100 x FRANCE: Fotografi Prancis Cikal Bakal Masa Kini | 18-30 November 2008 | Lembaga Indonesia Prancis, Yogyakarta
Sejak diciptakan pada tahun 1980 oleh Rumah Fotografi Eropa, Bulan Fotografi telah memberikan kontribusi besar menjadikan Paris sebagai salah satu pusat fotografi terbesar. Berlangsung di bulan November, setiap dua tahun, dan menekankan pentingnya mobilisasi institusi budaya dan galeri-galeri di Paris. Pameran, workshop, diskusi, film, dll. menjadi kekayaan Bulan Fotografi yang setiap kalinya fokus pada tema tertentu. Pada tahun 2004, untuk pertama kalinya Bulan Fotografi mengembangkan dimensi Eropa melalui Bulan Foto Eropa, sebuah acara yang lahir dari keinginan untuk menciptakan sebuah jaringan pertukaran Eropa dan kolaborasi yang inovatif bagi fotografi. Diawali dengan Berlin dan Wina, jaringan ini meluas hingga sekarang di Bratislava, Moskow, Roma dan Luxembourg. Konsep bulan fotografi juga diekspor ke dunia sejak beberapa tahun belakangan dan di Asia, Bangkok, Singapura… dan sekarang dalam bulan foto 2008 Yogyakarta mendapatkan kehormatan untuk memerkan pameran 100 x FRANCE yang pertama kali di Indonesia. Read More...

Pameran Fotografi: POTRET

potret
Pameran Fotografi: POTRET | Bentara Budaya Yogyakarta | 17-26 Nov 2008
Sepuluh tahun terakhir ini perkembangan dunia fotografi mengalami kemajuan yang sangat pesat, dengan diterapkannya teknologi digital dalam kamera, sehingga amat memudahkan para fotografer. Bahkan belakangan ini teknologi foto digital diterapkan juga dalam handphone sehingga semakin memudahkan para pemakai HP untuk mengambil gambar yang dibutuhkan. Sekarang ini bisa dikatakan ”siapa saja dapat menjadi fotografer” asal dia memegang kamera digital otomatis karena amat mudahnya orang untuk memotret. Read More...

Bali Tuntut Judicial Review UU Pornografi atau Otonomi Khusus

Masyarakat Bali menuntut uji materiil atau judicial review terhadap UU Pornografi kepada Mahkamah Konstitusi dikabulkan. Jika judicial review tidak dimenangkan, Bali menuntut otonomi khusus. Tuntutan tersebut disampaikan pada aksi damai menolak UU Pornografi yang diikuti sekitar 1.000 masyarakat yang tergabung dalam Komponen Masyarakat Bali. Massa berkeliling kota Denpasar dengan menyusuri ruas jalan di Denpasar seperti Jalan Kapten Japa, Jalan Cok Agung Tresan, Jalan Hayam Wuruk kemudian berakhir di depan Kantor Gubernur Bali, jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Sabtu (15/11/2008). Read More...

Putu Sutawijaya: Legacy of Sagacity

putu_sagacity
Putu Sutawijaya: Legacy of Sagacity | Galeri Nasional, 20-30 November 2008 | Kurator: Jim Supangkat
Karya-karya terbaru Putu Sutawijaya dalam pameran ini, yaitu empat instalasi, enam lukisan berskala besar dan sepuluh patung metal menegaskan tegangan orde-disore. Sementara dua puluh enam lukisan lama menunjukkan bagaimana tegangan ini sudah terlihat sejak awal karir Putu... Instalasi-instalasi terbarunya Menggapai (2008), Tau Diri (2008) dan, Tidak Mengenal Berhenti (2008) menampilkan tubuh-tubuh memanjat, melayang, bergoyang dalam ruang menunjukkan gerak acak dinamis yang memperlihatkan tanda disorde. Sementara itu instalasinya Dancing in The Full Moon (2008) di mana tubuh-tubuh mengumpul dalam struktur harmonis mencerminkan orde. Read More...

MEMENTO: Privatization Room. A Solo Exhibition by Restu Ratnaningtyas

n39711982820_5975
MEMENTO: Privatization Room. A Solo Exhibition by Restu Ratnaningtyas | Nov 29 - Dec 13, 2008 | Vivi Yip Art Room, Jakarta | Curaor: Haviz
Setiap seniman mempunyai sejarah terhadap visual yang ia sampaikan dalam karyanya. Sejarah ini tersimpan yang terkadang tidak pernah dengan sadar keluar sebagai kode-kode yang mengarahkan sebuah peristiwa-peristiwa dan memori personal. Ini juga yang terjadi pada Restu Ratnaningtyas. Seniman muda ini mencoba membongkar kembali kode-kode visual dirinya dalam pameran ini. Mengambil kembali ruang-ruang privat yang hilang dan mencari jalan untuk lari ke ruang-ruang yang lebih dalam. Baginya ruang adalah bagaimana membangun batas-batas tertentu baik dengan sengaja mau pun tidak. Ruang-ruang ini meberikan kepercayaan diri dan memberi “kuasa” kepadanya untuk mengontrol peristiwa-peristiwa sosial di sekitarnya. Read More...

A Sculptor's 'Black Dreams' of an Anti-Porn Nation

Sex and the human body in its naked form have become major concerns among Indonesia's predominantly Muslim population in the post-Soeharto era that is often hailed as an era of freedom. In recent years, there has been an urge to control "unbridled" sexuality at all cost, even though this means traversing the limits of the public and the private, the secular and the religious. Through his artworks which are on display at Taman Ismail Marzuki arts center's Galeri Cipta II, from Nov. 12 to 20, sculptor Ibnu Nurwanto aims to break the politico-religious discourse on sexuality by disturbingly exposing a center of sexuality: the phallus. Read More...

Groups Push for Action in Overturning Anti-Porn Law

Women’s groups, NGOs and lawyers said Wednesday they might file for a judicial review of the newly passed anti-pornography law, while activists called for public education campaigns, research and rallies to be held to have the law repealed. Mariana Aminuddin of Jurnal Perempuan magazine said women’s groups were gathering lawyers from across the country to file the request at the Constitutional Court. At a conference of women researchers and activists, the Kartini Asia Network, participants signed a petition for solidarity in opposing the anti-pornography law. Read More...

Pidato Kebudayaan: I Gusti Agung Ayu Ratih, 'Kita, Sejarah, Kebhinekaan'

pidato
Pidato Kebudayaan: I Gusti Agung Ayu Ratih, “Kita, Sejarah, Kebhinekaan” | Senin, 10 November 2008, 20.00-22.00 WIB | Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat
Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali menggelar acara tahunan "Pidato Kebudayaan" yang diadakan bertepatan dengan hari ulang tahun Pusat Kesenian Jakarta—Taman Ismail Marzuki, 10 November. Sebagaiman yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, Pidato Kebudayaan kembali membicarakan masalah-masalah aktual di sekitar kita, khususnya jika masalah itu dipandang dari sudut kesenian. Kali ini DKJ menampilkan I Gusti Agung Ayu Ratih dengan judul pidato "Kita, Sejarah, Kebhinekaan". Pidato Kebudayaan ini juga dimeriahkan oleh pentas musik Balawan dan kawan-kawan. Read More...

Pigura di Luar Penjara

Perupa kita memang terbiasa bekerja dengan bahan sejumput. Bertolak dari yang secuil, mereka mengarangnga rang atau mengembangkan gubahan visual atau sensasi artistik untuk menggugah yang indrawi. Imajinasi personal kiranya adalah alat ampuh untuk itu. Ya, imajinasi dan peristiwa diracik secara longgar, menurut ”logika imajinasi” seniman. Simsalabim, maka lahirlah karyakarya seni rupa yang menampilkan gambaran tokoh dan teks (ber)sejarah. Inilah pameran ”Dari Penjara ke Pigura”, yang diikuti 30 perupa (Jakarta, Bandung, Yogya, dan Bali), untuk menandai pembukaan Galeri Salihara di Jakarta (17 Oktober-6 Desember 2008). Read More...

Multicrisis is Delicious. A Solo Show by Eko Nugroho

eko_multicrisis
Multicrisis is Delicious. A Solo Show by Eko Nugroho | Kurator: Rifky Zaelani | Galeri Semarang | 8-22 November 2008
Kondisi krisis seperti juga dalam arena Sirkus, itu pandangan perupa Eko Nugroho. Manusia-manusia dalam sirkus bisa melakukan hal-hal yang berbahaya penuh resiko dalam sebuah panggung. Sebuah akrobat antara hidup dan kematian menjadi sebuah tontonan yang mendebarkan penuh sensasi, membangkitkan adrenalin. Kita bisa saksikan bagaimana sebuah krisis menjadi santapan, makanan empuk bagi media massa dan kita menikmati tayangan itu di layar televisi, gambar-gambar sensional di halaman surat kabar atau cerita-cerita dimajalah. Serangan pesawat tempur Amerika di Kuwait atau pemboman Irak disiarkan secara langsung. Kita bisa menyaksikan manusia - manusia sekarat akibat kelaparan di Afrika sambil menyantap makanan malam. Read More...

Commentary: Anti-Pornography Bill Could Deepen Religious Divide

Last week’s passage of the controversial antipornography law, a symbolic victory for conservative Muslims, can further undermine Indonesia’s increasingly fragile religious harmony. Proponents of the bill turned a deaf ear to the fierce objections raised by rights and pro-democracy groups. They underestimated rejections by the non-Muslim majority provinces of Bali, Papua and North Sulawesi for reasons of culture and religion. How can these politicians endorsing the law prove their claims that it won’t in any way threaten the unity of this multi-ethnic and multi-faith country when some provinces vehemently reject it? Read More...

Porn Law a 'Dead Document'

It is unlikely the recently passed anti-pornography bill will be enacted in several provinces as top officials there have announced they will not enforce it, legal experts say. Many provinces have declared they will not enact the bill, raising questions of whether a House law can be valid if it is not applied nationwide. "How can we expect the law to be implemented when people and officials oppose it? Who's going to enforce it? It will end up as merely a dead document," constitutional law expert Irman Putra Sidin said. Read More...

Untitled

Pameran Seni Rupa “Untitled” | Kurator: Agung Hujatnikajennong | 7 – 31 November 2008 | Selasar Sunaryo Art Space | Seniman: Anugerah Pratama, Arian13, Baihaqi Hasan, David St. Tarigan, Duto Hardono, Satria NB, Sir Dandy, Syagini Ratnawulan, Unkl D, dan R. Yuki Agriardi
Dalam dunia modern, prinsip otonomi seni sebagai suatu ideologi—ditambah lagi dengan tuntutan hidup masyarakat kapitalis—telah menciptakan kesenjangan dan marjinalisasi di antara para praktisi seni. Sebagai sebuah kategori sosial, istilah ‘seniman’ atau ‘perupa’ identik dengan keprofesian orang-orang yang memiliki dan menerapkan kecakapan dan pengetahuan khusus, yakni seni rupa saja. Para seniman yang juga melakukan dan menekuni pekerjaan “non-seni rupa” seringkali dianggap “bukan seniman”, ataupun “seniman yang tidak serius”, dan oleh karena itu menempati posisi yang inferior di mata kritikus, kurator maupun institusi seni. Read More...

Forbidden Zone. Krisna Murti's Painting/Digital Print/Video

fzone
Forbidden Zone. Krisna Murti’s Painting/Digital Print/Video | Cemeti Art House | 5 Nov - 10 Dec 2008
“Forbidden Zone” Krisna Murti mengekplorasi cara pandang kita akan kenyataan melalui medium landscape. Amanda K. Rath, periset seni rupa, mengatakan “..it is clear that Krisna is constantly evolving artistically, experimenting with and not afraid to enter into risky territory. In his new body of work, he continues to present issues that connect on a universal level, while at the same time articulating his own ambivalence and questions regarding his own position to a particular aspect of Indonesian art history”. Landscape menjadi perangkat investigasi historis dan rekonstruksi atas konstruk identitas. Yaitu sejak Belanda memperkenalkan realitas melalui cara pandang kolonial - “Mooi Indie”- yang eksotik-turistik. Praktik mengadaptasi, mengadopsi dan melintasi wilayah-wilayah artistik yang ditabukan pada ’Mooi Indie’ agaknya justru disadari menjadi proyek seni Krisna Murti kali ini. Yaitu sebuah upaya mengungkap posisi (budaya) Krisna saat ini. Read More...

Happening Kota Komik with Gérald Gorridge

Pameran dan Workshop Komik | Kedai Kebun Forum, Yogyakarta | 2-28 November 2008
Bulan Oktober, November, dan Desember 2008, Kedai Kebun Forum (KKF) menampilkan secara masif program-program yang mengolah keterampilan teknik menggambar dan bercerita. Sebuah kerja eksplorasi teknik yang “kuno” dan barangkali tidak popular di kalangan seniman muda Yogyakarta saat ini. Pada bulan Oktober lalu, Maryanto (pegrafis) membuat graphic novel berkolaborasi dengan Pitra Ayu sebagai pengolah cerita. Maryanto mengeksplorasi teknik menggambar pada kertas film. Bulan November ini, KKF bekerjasama dengan Lembaga Indonesia Prancis (LIP) Yogyakarta memamerkan komik karya komikus asal Prancis Gérald Gorridge. Read More...