Dimensi Mekanis Sebuah Resleting

Berkat kerja sama S-14 dengan Magister FSRD ITB dan galeri Soemardja, Mella Jaarsma ”berbuka” pengalaman proses kekaryaannya dalam bentuk workshop dan kuliah umum pada tanggal 4-5 Februari 2009. Di tengah minimnya aktivitas presentasi dan diskusi dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan yang berlangsung sebulan lalu itu masih relevan kita bicarakan. Acara disertai pameran bertajuk ”Zipper Zone-Master of Your Domain”, berlangsung sampai akhir Februari lalu di ruang S-14, sebuah ruang alternatif di jalan Sosiologi No 14, Cigadung, Bandung. Read More...

Mengenali Buah dari Pohonnya

Dilihat dari sudut pandang sistem, kedudukan, nilai dan harga suatu karya dalam pasar seni rupa akan bergantung pada variabel (tak terbatas) hasil kesepakatan (yang berubah-ubah) dari berbagai elemen utamanya, yakni otoritas dalam art world, seperti museum, galeri, akademi, media massa seni, seniman top, art dealer, balai lelang, kolektor, kritikus, peneliti, sejarawan seni, dan para kurator. Di situ pembentukan berbagai variabel beserta acuan-acuan yang mendasarinya tak dapat dijalankan secara parsial karena setiap elemen tak dapat dilepaskan dari kinerja keseluruhan elemen yang saling terkait dan bekerja secara koheren: jika satu elemen macet, akan mengganggu kinerja keseluruhan sistem, begitu juga sebaliknya. Read More...

Memori yang Samar-samar

Sebenarnya seberapa detail kita mengingat sosok seseorang, terutama wajahnya? Jika dipandu fotografi, barangkali kita mudah mencirikan satu wajah dengan wajah lain. Namun, jika dibiarkan berimajinasi bebas, sebenarnya memori kita itu samar-samar saja. Pameran tunggal Erik Pauhrizi, ”Face Phantasmagoria” di Vivi Yip Art Room, Pejaten, Jakarta Selatan, 21 Februari-14 Maret, mencoba mengulik soal ini. Pergelaran menyajikan 10 lukisan cat minyak, enam lukisan cetak digital, dan satu seri cetakan di atas stainless steel. Kurasi ditangani dosen dan pengamat seni rupa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Asmudjo J Irianto. Read More...

Love: Pameran Tunggal Made Wianta

wianta
Love: Pameran Tunggal Made Wianta | Kendra Gallery of Contemporary Art, Seminyak, Bali | 21 Februari - 21 Maret 2009 | Kurator: Jean Couteau
Pelajaran yang dipetik Wianta dari Jung adalah ia sebagai perupa hendaknya kuasa melampaui wujud-wujud naratif permukaan, guna menggali dan mengekspresikan lapis demi lapis arketip formal yang melatari tampilnya aneka wujud rupa. Mulai dari elemen Bali, ke arketip umum dari manusia, hingga arketip esensi diri yang mempribadi. Proses kreatif Wianta dapat dimaknai sebagai bentuk pergulatan sang seniman untuk membebaskan diri dari determinasi cultural menuju penemuan hakekat jati dirinya yang merdeka. Juga merepresentasikan peralihan sang seniman selaku ‘penyambung lidah’ masyarakat tradisinya, menjadi kreator yang bebas namun juga individual serta terasing, lepas bebas dalam kemerdekaan kreasinya keluar dari ‘firdaus’ warisan kulturnya. Read More...