Selasa, 18 Oktober 2011
iCAN (Indonesia Contemporary Art Network)
Jl. Suryodiningratan 39 Yogyakarta
Gratis

 

15.30 WIB | Ranti Puji Agusti – Menimbang Hak Cipta dalam Seni Rupa

Ranti Puji Agusti akan mendiskusikan kasus-kasus tentang hak cipta dalam dunia seni rupa, serta isyu doktrin-doktrin filsafat dan prinsip-prinsip moral yang menjadi pangkal tolaknya. Dia juga akan mendiskusikan karakteristik seni rupa sebagai objek perlindungan hak cipta, mengapa—dalam konteks Indonesia—seni rupa sering terlupakan sebagai objek hak cipta dan hanya sedikit disinggung dalam forum-forum hak cipta populer dewasa ini, serta bagaimana mendudukkan persoalan ini dalam hubungannya dengan politik hak cipta, terbentuknya TRIP’s/WTO yang mempengaruhi persepsi hak cipta internasional, dan gerakan hak cipta populer.

18.00 WIB | Nicola Morton – Skenario Utopis Anti-Hak Cipta

Nicola Morton akan mendiskusikan perkembangan awal hak cipta dan penciptaan/kepengarangan, prinsip-prinsip ekonomi kelangkaan (scarcity economy), dan monopoli hak cipta. Dari sini dia akan melompat ke gagasan ekonomi pasca-kelangkaan (post-scarcity economy) yang digambarkan dalam buku-buku fiksi sains, di mana komoditas fisik dan intelektual begitu berlimpah dan bebas; lalu kembali ke masa kini, pada masa pertumbuhan ekonomi ujung-ke-ujung (peer-to-peer economy) dan budaya memberi, di mana berkas digital bisa digandakan dan didistribusikan dengan biaya murah—tetapi bagaimana pun ia masih tetap mendasarkan diri pada ekonomi kelangkaan. Nicola juga akan mendiskusikan gagasan tentang kecerdasan kolektif: kolaborasi massal sebagai tahap lanjut evolusi manusia. * Diskusi dengan Nicola Morton akan dilangsungkan dalam bahasa Inggris.

Outline diskusi Nicola Morton bisa diunduh di: scribd.com/doc/68875100

 

Ranti Puji Agusti aktif dan bekerja di Common Room, Bandung, sejak 2008. Dia belajar ilmu hukum di Universitas Padjadjaran, dan menulis skripsi tentang penerapan Creative Commons di Indonesia. Kini dia aktif dalam berbagai diskusi tentang hak cipta dan tengah melakukan penelitian tentang pengetahuan dan ekspresi budaya tradisional di Indonesia.

Nicola Morton adalah seniman lintas-disiplin dan bekerja secara internasional melalui new media, performance art, dan aktivisme. Sebelumnya dia telah menyelenggarakan beberapa lokakarya kreatif tentang kecerdasan buatan (2009), perjalanan lintas-waktu (2010), dan benturan besar hadron (2011). Dia juga menyusun tulisan-tulisan kritis tentang Wagner dan monumentalitas (2010), musik bising feminis pascamodern (2004), dan penyelidikan fenomenologis atas objek-objek pikiran (2009). Blog: nicolaisgreat.com