Presentasi Pengalaman Residensi Budi Agung Kuswara (Kabul)
Pada Mei-Juli 2012 Budi Agung Kuswara (Kabul) mendapatkan kesempatan residensi di Museum Seni Asia Fukuoka, Jepang (Fukuoka Asian Art Museum, FAAM). Dalam presentasinya kali ini Kabul akan berbagai pengalaman residensinya tersebut.
iCAN Residency: Project Tobong
Project Tobong adalah kolaborasi antara seniman Inggris Helen Marshall dan seniman Indonesia Risang Yuwono. Ini adalah proyek seni berbasis penelitian bersama Ketoprak Tobong Kelana Bakti Budaya, salah satu kelompok ketoprak tobong terakhir yang tersisa di Yogyakarta, Jawa, Indonesia. [Scroll down for English]
Wips! November 2012: Yuni Bening
Yuni Bening tengah mengerjakan 7 karya instalasi untuk pameran tunggalnya yang bertema kenangan akan ayah dan kampung halamannya. Dia akan membicarakan proses kreatifnya pada Senin, 12 November 2012, 16.00 WIB di Indonesia Contemporary Art Network (iCAN) Jln. Suryodingratan No. 39 Yogyakarta. Gratis, terbatas untuk 15 orang.
Wips! Oktober 2012: Pameran Proses “Badai Asmara”
Lima seniman dan satu kurator bekerja menafsirkan novel-novel petualangan seksual karangan Enny Arrow, yang pernah berjaya di pasar buku bawah tanah Indonesia pada era '80-an. Selama sepekan mereka akan mengeksplorasi gagasan, berkarya, dan membuka kesempatan kepada publik untuk melihat dan mendiskusikan proses ini.
Wips! August 2012: Makcik Project
Bulan Agustus ini, Wips! akan mempresentasikan perjalanan Makcik Project sejauh ini. Beberapa orang menyebut makcik sebagai waria, transgender, transeksual, dsb. Makcik Project adalah kolaborasi tiga seniman yang sama-sama tertarik pada sebuah subyek dengan alasannya masing-masing: Ferial Afiff, Jimmy Ong, dan Lashita Situmorang. [Scroll down for English]
Residency Curator’s Talk: Serena Bentley
Serena akan menguraikan konsep kemurahan hati yang terkait dengan karya-karya seniman Next Wave dan seniman muda dan berkembang yang ditemuinya selama proses residensinya di Yogyakarta | Rabu 1 Agustus 2012, 15.30 di iCAN (Indonesia Contemporary Art Network) Jl. Suryodiningratan 39 Yogyakarta
iCAN Residency: Opal Vapour
Opal Vapour is a new mesmerising Australian theatre work that seamlessly integrates dynamic contemporary dance with haunting live voice and instrumentals, light elements, shadow play and live-feed camera projection to explore deep connections between human origins and nature, ceremonial cleansing for purification, rites of passage and embodiment in performance.
Apa yang Bisa Dilakukan Seni?
Seniman Australia Eloise Maree dan Iwan Wijono, seniman dan Direktur Performance klub, akan berbicara tentang karya-karya mereka dan kelompoknya, dan bersama-sama mendiskusikan pertanyaan "apa yang bisa dilakukan seni" | Mini Conference at iCAN | Kamis/Thursday, 14 Juni 2012, 17.30 | (scroll down for English)
Malam di Jari Kita (The Wax on Our Fingers)
Artists Mintio & Kabul worked with the batik makers from the Javanese village of Kebon Indah to create unique ‘self-portraits’ combining the realism of photography together with the decorative and symbolic nature of batik motifs | Exhibition at iCAN, 7 April-7 May 2012



