Panji Sepuh: Punya Siapa?
Oleh Maria Darmaningsih, Restu Imansari, Elly Luthan,Wiwiek Sipala, dan Adila Suwarmo... Surat ini kami tulis untuk menjelaskan sejumlah ihwal Panji Sepuh yang kontroversi produksinya marak dalam satu bulan terakhir. Tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan kepada semua yang terlibat dalam produksi 2011 di Teater Salihara atas kerja keras dan dedikasi mereka, ada beberapa hal yang...
Masalah Produksi “Panji Sepuh” yang Tercermin dalam Program Pentas
Oleh Michi Tomioka... Dari hasil pengamatan program pentas ini, saya mengambil kesimpulan bahwa program ini dibuat tanpa riset cukup mengenai riwayat pentas sejak 1993, tanpa komunikasi dengan sang sutradara asli, tetapi dengan pandangan yang tidak netral. Nama sutradara asli disembunyikan, peranan penari dari sejak awal dikecilkan, cerita asal usul karya dibuat baru dengan cara campur...
Performance Art dan Selembar Daun Kering yang Ditanam dalam Kenangan
Oleh Afrizal Malna... Performance art pada gilirannya memang sebuah ruang pertemuan dalam jarak minimal, di mana ia tidak didefinisikan melalui dirinya sendiri, melainkan melalui apa yang dipikirkan dan dikerjakan seorang seniman dalam pertunjukan yang dilakukannya.
Koreografi dari Ambang Batas Tari
Oleh Afrizal Malna... Sebuah percakapan kecil, gerak-gerak kecil, terputus, ragu, gerak diulang kembali, merupakan adegan-adegan pembuka pertunjukan tari Ruang Abu-Abu karya Sekar Alit dari Surabaya. Lalu seorang penari perempuan, yang dimainkan sendiri oleh Sekar Alit, menyanyikan sebuah lagu cinta yang juga penuh keraguan. Sebuah koreografi yang mulai ditempatkan di atas ambang batas tari dengan yang...



