Anak Daun: Tari Berbasis Instalasi
Kolaborasi Fitri Setyaningsih dan Fukamachi Reiko

iCAN (Indonesia Contemporary Art Network)
Jl. Suryodiningratan 39 Yogyakarta
Kamis, 22 September 2011, 19.00 WIB. Gratis.
Ada diskusi sesudah pertunjukan.

Apakah perjalanan hidupku benar? Banyak orang melontarkan pertanyaan yang biasa seperti itu. Tentang pernikahan, pekerjaan, persahabatan… Apa dan kenapa semua itu harus ada? Dengan siapa? Mengapa? Dan kalau sudah mentok, lantas cuma bisa mentertawakan diri. “Aduh, aku kok menikah dengan orang Swedia, ya? Lucu banget nih!” “Kok aku jadi seniman, sih! Padahal aku orang yang sangat serius, lho!” “Aduhai, tahu-tahu aku melahirkan ya?! Ternyata prosesnya komedis banget!” “Wah kok teman-temanku gitu-gitu sih lucunya… Seperti lihat cermin saja!” “Kok aku asyik kecanduan coklat? Apa kesulitanku akan hilang kalau makan makanan yang mengandung gula itu?” Mengalami kesedihan yang semakin berat lantas mentertawakan diri adalah cara tercepat berimprovisasi. Setiap hari air mata bisa keluar jika kita terharu, ingat sedang dalam kesedihan atau rindu. Bahkan saat tertawa terbahak-bahak air mata dapat berlinang. Daun-daun juga ingin dimengerti sedang mengalami apa. Mereka juga ingin sekali mengerti jiwa seseorang sedalam-dalamnya. Adakalanya daun tertarik dengan orang tertentu, tetapi tidak berminat dengan orang yang lain. Anak-anak daun di seluruh dunia pun ingin berkembang bersama-sama. Sebab kalau tidak, tidak ada artinya. Keseimbangan jiwa yang mempertimbangkan kepentingan setiap manusia dapat dilihat dari masyarakatnya. Namun bagaimanapun pemahaman dan keyakinan terhadap diri sendiri tidak bisa ditutup-tutupi. Sayangku tercinta, seberapa lucu kamu meneruskan kehidupanmu? Semoga setiap hari tertawa habis-habisan dan tambah manis! Itu bukan halusinasi.

 

Fitri Setyaningsih lahir di Solo, kini tinggal di Yogyakarta. Karya koreografinya yang dipentaskan dalam 4 tahun terakhir antara lain: Ikan dari Langit (berdasarkan cerpen Danarto “Lauk dari Langit”), Parutan Kelapa, Daging dari Dataran Tinggi, Bubble Sling, Sabana Grande, Warna dari Dalam Tanah, Menyerap dan Memeras, Pidato Bunga-bunga, Flight No.12, Beras Merah, Aku Hampir Plastik, Shelf, dan Selamat Datang dari Bawah. Karya-karya Fitri ditampilkan di Solo, Jogja, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Padang, Beijing, Venezuela, dan Berlin. Selain menampilkan karyanya sendiri, Fitri juga berkolaborasi dengan berbagai seniman lintas-disiplin. Website: http://fitrisetyaningsih.blogspot.com

Fukamachi Reiko lahir di Tokyo, Jepang. Dia memperolah pendidikan seni dari Denenchofu Art School (Tokyo), Kuwasawa Design College (Tokyo), dan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (Yogyakarta). Dia berkarya dalam art fashion design, juga fotografi, dan telah berpameran tunggal sejak 1999. Pada tahun 2002 dia memenangi Audience Prize on Spiral Independent Creators Festival (SICF, Tokyo, Jepang). Website: http://web.me.com/rhythmluck/The_Ultimate_Hug/